Panitia Kajian Islam Bintaro
Iman and Ilmu is number uno..

Tanya Nazar

PERTANYAAN:
Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh.

Ana ditanya oleh seorang teman dia berkata,
“Teman saya bernazar untuk melakukan puasa selama satu bulan penuh (30 hari),
namun dalam pelaksanaannya beliau merasa berat untuk menjalankan puasa
secara berurutan selama 30 hari.
Apakah boleh dia melaksanakan nazarnya dengan berpuasa 5 hari kemudian istirahat,
kemudian dilanjutkan lagi berpuasa 5 hari, demikian seterusnya sampai terpenuhi 30 hari?”

Mohon penjelasannya.

Jazakumullah khoir

JAWABAN USTADZ DZULQARNAIN:
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabaraktuh

Siapa yang bernadzar dalam ketaatan maka hendaknya ia melakukan ketaatan itu. Demikian diterangkan dalam sejumlah hadits riwayat Al-Bukhary dan Muslim.

Ucapan penanya bahwa nadzarnya untuk melakukan puasa selama satu bulan penuh mengandung tiga sifat;
Satu, Nadzar taatnya dalam bentuk puasa, tidak syah dengan selainnya.
Dua, Satu bulan penuh. Yaitu 29 atau 30 hari, namun hendaknya dia mengambil 30 hari untuk lebih berhati-hati.
Tiga, Satu Bulan, kalau bulannya ditentukan oleh orang bernadzar -misalnya bulan Muharram dan seterusnya- maka dia wajib berpuasa satu bulan bersambung tidak terputus. Kalau bulan tidak ditentukan maka boleh dia melaksanakan puasa dengan jumlah hari dalam sebulan tanpa harus bersambung.

Sepanjang ada kemampuan -walaupun dia merasa berat-, tetap wajib untuk dilakukan sebanyak 30 hari sesuai dengan arahan nadzarnya.
Hendak penanya -semoga Allah memberi taufiq kepadanya- mempehatikan sifat nadzarnya -terkhusus pada sifat ketiga yang telah saya jelaskan-.
Kalau dia tidak memaksudkan bulan tertentu maka tidak harus berpuasan secara bersambung, kalau dia tentukan bulannya maka harus bersambung.
Kalau ternyata penanya menentukan bulan tertentu kemudian dia tidak mampu melakukannya secara bersambung lantaran sakit atau selainnya, maka tidak masalah dia melanjutkan nadzarnya dengan menggenapkan puasa hingga 30 hari dan dia wajib membayar kaffarah untuk tidak bersambungnya.

Kalau bayar kaffarah, bentuknya sama dengan kaffarah sumpah dalam surah al-Ma`idah ayat 89 yaitu memberi makan 10 orang miskin, memberi pakaian 10 orang miskin, atau membebaskan seorang budak. Kalau tidak mampu salah satu dari tiga itu maka dengan berpuasa tiga hari berturut-turut.

Wallahu A’lam

No Responses to “Tanya Nazar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: