Panitia Kajian Islam Bintaro
Iman and Ilmu is number uno..

Tanya Jawab: Merantau dan Safar

Pertanyaan:

Ustadz ana ingin bertanya Ana dan keluarga sekarang ini sedang dalam perantauan (Sulawesi) dan masih mempunyai kampung halaman ditanah Jawa. Sampai saat ini ana dan keluarga sudah hampir 4 tahun diperantauan tersebut karena tugas. Kadang hampir setiap 6 bulan atau 1 tahun ana ambil cuti 1 atau 2 minggu untuk pulang kampung.

Yang ana tanyakan:

1. Bagaimanakah sholat ana apakah qoshor sampai suatu waktu tertentu selama diperantauan ataukah ada ketentuan lain ?

2. Bagaimanakah jika ana pulang kampung untuk cuti selama 1 atau 2 minggu dan kembali lagi ke perantauan, apakah bisa dikatakan qoshor ?

3. Apakah bisa disebut sudah bermukim tetap jika ana hanya sekedar investasi sebidang tanah di tempat perantauan tersebut..?

Jazakumullohu khoiran wa Barakallohu fiik

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

1. Seorang yang memiliki dua tempat tinggal, terhitung mukim pada keduanya. Yang dianggap safar hanyalah perjalanan antara keduanya.

2. Kalau seorang musafir turun ke suatu tempat, maka tidak boleh meng-qoshsar kecuali 4 hari. Demikian fatwa banyak ulama di masa ini. Dan pendapat ini insya Allah lebih berhati-hati. Wallahu A’lam

No Responses to “Tanya Jawab: Merantau dan Safar”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: