Panitia Kajian Islam Bintaro
Iman and Ilmu is number uno..

Tanya Jawab: Sukuk

Pertanyaan:
Assalammualaikum warahmatullahi wa barakatuh..

Ustadz, jazakumullahu khairan atas jawabannya,

Jadi begini Ustadz, ana merasa kalau menyimpan uang di rumah kurang aman.
Apakah alasan spt ini bisa dianggap darurat, sehingga membolehkan utk menyimpan uang di bank?
Selama ini ana sudah menyimpan uang di sebuah bank yg ana pikir murni syariah, namun nyatanya tidak.

Mengenai Sukuk Ijarah, kurang lebih begini gambaran contoh kasusnya:

  • Pemerintah membutuhkan pinjaman dana sebesar 1 milyar rupiah dgn jangka waktu pengembalian 10 tahun.
  • Untuk itu, Pemerintah menjual sebuah gedung kantornya kpd Bank seharga 1 milyar rupiah. Disyaratkan bahwa Bank tidak boleh menjual maupun menyewakan gedung tersebut kepada pihak selain Pemerintah.
  • Bank menghimpun dana dari masyarakat dgn cara menjual lembaran2 sukuk.
  • Sukuk yg dijual sebanyak 1000 lembar dgn nilai tiap lembarnya 1 juta rupiah, shg semuanya bernilai 1 milyar rupiah.
  • Hasil penjualan sukuk dipergunakan oleh Bank utk membeli gedung tsb.
  • Pemerintah menyewa gedung tsb dari Bank dgn biaya sewa tahunan.
  • Bank menyalurkan biaya sewa yg diperoleh kpd para pemegang sukuk.
  • Tiap pemegang sukuk mendapatkan proporsi dari biaya tsb sesuai jumlah lembaran yg dimilikinya.
  • Setelah 10 tahun, Pemerintah membeli kembali gedung tsb dari Bank seharga 1 milyar rupiah.
  • Bank membeli kembali semua lembaran sukuk dari para pemegangnya dgn harga yg sama (1 juta rupiah tiap lembar).

Kesimpulan:
Dalam transaksi Sukuk Ijarah ini, setelah 10 tahun, semua pemegang sukuk mendapatkan kembali semua dana yg dahulu ia keluarkan untuk membeli sukuk, ditambah biaya sewa tahunan selama 10 tahun tsb.

Sebagai perbandingan, berikut adalah gambaran contoh kasus Obligasi Ritel yg nampak jelas ribanya:

  • Pemerintah membutuhkan pinjaman dana sebesar 1 milyar rupiah dgn jangka waktu pengembalian 10 tahun.
  • Untuk itu, Pemerintah menghimpun dana dari masyarakat dgn cara menjual lembaran2 obligasi.
  • Obligasi yg dijual sebanyak 1000 lembar dgn nilai tiap lembarnya 1 juta rupiah, shg semuanya bernilai 1 milyar rupiah.
  • Tiap tahunnya, Pemerintah memberikan bunga sejumlah tertentu.
  • Tiap pemegang obligasi mendapatkan proporsi dari bunga tsb sesuai jumlah lembaran yg dimilikinya.
  • Setelah 10 tahun, Pemerintah membeli kembali semua lembaran obligasi dari para pemegangnya dgn harga yg sama (1 juta rupiah tiap lembar).

Kesimpulan:
Dalam transaksi Obligasi Ritel ini, setelah 10 tahun, semua pemegang obligasi mendapatkan kembali semua dana yg dahulu ia keluarkan untuk membeli obligasi, ditambah bunga tahunan selama 10 tahun tsb.

Demikian Ustadz pertanyaan dan sedikit penjelasan ana. Afwan kalo emailnya jadi terlalu panjang. Hal ini semata-mata karena ana ingin tiap langkah yang ana ambil sesuai dengan syariat Islam yang benar.

barakallahu fiikum..

wassalammualaikum warahmatullahi wa barakatuh

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Bentuk suku ijarah yang disebut adalah haram tidak diperbolehkan.
Terdapat didalamnya transaksi dengan dua akad dan bentuk hilah (berkilah) untuk riba, serta bentuk pinjaman yang membawa manfaat.
Dan semua itu adalah hal yang diharamkan.

Wallahu A’lam

No Responses to “Tanya Jawab: Sukuk”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: