Panitia Kajian Islam Bintaro
Iman and Ilmu is number uno..

Tanya Jawab: Doa mendapat Momongan

Pertanyaan:
Assalamu ‘alaykum
ana mau mau tanya beberapa pertanyaan
1. adakah do’a khusus y d baca ketika mendengar teman, kerabat atw tetangga y baru saja mendapatkan momongan.. Baik itu untuk orang tuanya atw anak y baru d lahirkan..?
2. Jika seseorang y telah dewasa bru mengetahui bahwah dirinya belum d aqiqah, apakah boleh ia melakukan aqiqah trsebut.. Jika boleh apakah kaifiatnya sama dengan aqiqah anak umur 7 hari, jika tidak boleh apakah d akhirat kelak orang tuanya tidak mendapatx syafaat dari anaknya, jika anaknya termasuk dari anak2 y sholeh..?
Jazaakallohu khoiyron katsiro
abu zubair ashshorowaky

Jawaban:
Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

1. Tidak doa khusus dalam hal tersebut. Tapi mendoakan kebaikan kepada kaum muslimin pada segala hajatnya adalah perkara yang baik. Memang disebutkan dalam buku-buku fiqih -terkhusus di kalangan Fuqaha Syafi’iyah, bahwa dianjurkan untuk membaca doa kepada orang yang mendapat anugrah keturanan,
“Semoga Allah memberkahi engkau pada anak yang dianugrahkan (kepadamu), dan engkau mensyukari Yang Maha Memberi. Semoga anak itu menginjak umur dewasa dan engkau mendapatkan baktinya.”

Sebagian ulama menyebut doa tersebut diriwayatkan dari Al-Husain radhiyallahu ‘anhu dan juga disebutkan dari Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah -dalam keteragan Ibnul Qayyim dalam Tuhfah Al-WAdud diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dan dalam keterangan As-Suyuthi dalam Al-Hawi diriwayatkan oleh Ibnu Asakir-.

Yang jelas, bahwa tidak doa yang sah dari Nabi Shollallahu ‘alaihi wa sallam dalam hal ini. Kalau ada yang membaca doa yang disebutkan di atas oleh Ahli Fiqih juga tidak apa-apa tanpa meyakini bahwa hal tersebut disunnahkan.

2. Para ulama berbeda pendapat dalam hal aqiqah bagi siapa yang baru punya kemampuan atau telah dewasa, silang pendapat ini dibangun di atas sudut pandang apakah aqiqih merupakan ibadah yang terikat dengan waktu sehingga kapan telah luput pelaksanaannya maka tidak disyariatkan lagi, ataukah dia adalah ibadah yang diketahui bahwa maksudnya ialah menyembelih untuk anak yang baru lahir?
Saya lebih condong kepada pendapat pertama, karena hadits yang menjelaskan tentang aqiqah dijelaskan beserta ketentuan waktunya, maka kapan luput dari waktunya, maka dia terhitung ibadah yang tidak disyari’atkan lagi lantaran di luar waktu yang telah ditentukan.
Pendapat pertama difatwakan oleh sebagian ulama besar di masa ini.

Wallahu A’lam

No Responses to “Tanya Jawab: Doa mendapat Momongan”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: