Panitia Kajian Islam Bintaro
Iman and Ilmu is number uno..

Muawwiyah bin Abu Sofyan (20 SH-60 H/ 603-680 M)

Muawiah bin Abu Sofyan bin Harb bin Umaiah Al Qurasyi Al Umawi adalah pendiri Daulat Umaiah di Suriah. Beliau lahir di Mekah dan sempat memusuhi Islam dan akhirnya memeluk Islam ketika penaklukan kota Mekah (8 H). Beliau sempat belajar tulis baca dan matematika, sehingga Rasulullah mengangkatnya menjadi juru tulisnya. Beliau bertugas di Suriah di masa pemerintahan Umar bin Khattab dan Usman bin Affan. Beliau menentanag Ali dan berkonfrontasi dengan Ali dalam perang Shiffin (37 H/657 M) yang berakhir dengan sebuah arbitrase. Beliau dinobatkan menjadi khalifah (40-60 H/661-680 M) di mana ibu kota pemerintahan dia pindahkan ke Damaskus. Beliau termasuk tokoh penakluk ternama dalam sejarah Islam, di mana penaklukannya sampai ke daerah di Lautan Atlantik

Dia meriwayatkan hadits dari Rasulullah sebanyak seratus enam puluh tiga hadits. Beberapa sahabat dan tabi’in yang meriwayatkan hadits darinya antara lain: Abdullah bin Abbas, Abdulah bin Umar, Abdullah bin Zubair, Abu Darda’, Jarir aI-Bajali, Nu’man bin Basyir dan yang lain. Sedangkan dari kalangan tabiin antara lain: Sa’id bin al-­Musayyib, Hamid bin Abdur Rahman dan lain-lain.

Dia termasuk salah seorang yang memiliki kepintaran dan kesabaran. Banyak hadits yang menyatakan keutamaan pribadinya, namun dari hadits-hadits tersebut hanya sedikit yang bisa diterima.

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan (dia mengatakan bahwa hadits ini hasan) dari Abdur Rahman bin Abi Umairah (seorang sahabat Ra­sulullah) dari Rasulullah bahwa dia bersabda kepada Mu’awiyah, “Ya Allah, jadikanlah dia orang yang memberi petunjuk dan mendapat petunjuk.”

Imam Ahmad dalam Musnadnya meriwayatkan dari al-Mirbadh bin Sariyyah dia berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda, “Ya Allah ajarilah Mu’awiyah al-Qur’an dan hisab serta lindungilah dia dari adzab.”

Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannafnya dan Imam ath-Thabarani dalam kitabnya al-Kabir meriwayatkan dari Abdul Malik bin Umair dia berkata: Mu’awiyyah berkata: Sejak Rasulullah bersabda kepada saya. “Wahai Mu’awiyah, jika kamu menjadi raja, maka berbuat baiklah!” saya selalu menginginkan jabatan kekhilafahan.
Mua’wiyyah adalah seorang lelaki yang bertubuh tinggi berkulit putih dan tampan serta karismatik. Suatu ketika Umar bin Khaththab melihat kepadanya dan berkata, “Dia adalah kaisar Arab.”

Diriwayatkan dari Ali bin Abu Thalib dia berkata, “Janganlah kalian membenci pemerintahan Mu’awiyah. Sebab andai kalian kehilangan dia, niscaya akan kalian lihat beberapa kepala lepas dari lehernya.”

Al-Maqbari berkata: Kalian sangat kagum kepada kaisar Persia dan Romawi namun kalian tidak mempedulikan Mu’awiyah! Kesa­barannya dijadikan sebuah pepatah. Bahkan Ibnu Abid Dunya dan Abu Bakar bin ‘Ashim mengarang buku khusus tentang kesabarannya.

Ibnu ‘Aun berkata, “Ada seorang lelaki berkata kepada Mu’awiyah: Demi Allah hendaknya kamu menegakkan hukum dengan lurus wahai Mu’awiyah. Jika tidak, maka kamilah yang akan meluruskan kamu!”
Mu’awiyah berkata, “Dengan apa kalian akan meluruskan kami?’
Dia menjawab, “Dengan pentungan kayu!”
Muawiyyah menjawab, “Jika begitu kami akan berlaku lurus.”

Qubaishah bin Jabir berkata: Saya menemani Mu’awiyah beberapa lama, ternyata dia adalah seorang yang sangat sabar. Tidak saya temui seorang pun yang sesabar dia, tidak ada orang yang lebih bisa berpura-pura bodoh darinya, sebagaimana tidak ada orang yang lebih hati-hati daripadanya.

Tatkala Abu Bakar mengutus pasukan ke Syam, dia dan saudaranya Yazid bin Abu Sufyan berangkat ke sana. Tatkala Yazid meninggal dia ditugaskan untuk menggantikan saudaranya di Syam untuk menjadi gubernur. Umar mengokohkan apa yang ditetapkan Abu Bakar dan Utsman menetapkan apa yang ditetapkan oleh Umar. Utsman menjadikan Syam seluruhnya berada di bawah kekuasaannya. Dia menjadi gubernur di Syam selama dua puluh tahun dan menjadi khalifah juga selama dua puluh tahun.

Muawwiyah Bin Abu Sofyan adalah juru tulis Rasulullah saat turunnya wahyu.

Dan sungguh telah meriwayatkan Imam Muslim didalam Sohihnya dari hadits Ikrimah bin Ammar, dari Abi Zamil Sammak bin Walid dari Ibnu Abbas bahwasanya Abu sofyan Berkata : Wahai Rasulullah berikanlah tiga perkara kepadaku? Rasulullah menjawab: “ya”. Beliau berkata: perintahkanlah aku supaya memerangi orang-orang kafir sebagaimana dulu aku memerangi orang-orang Islam., Rasulullah menjawab: “ya”, Beliau berkata lagi: dan Muawiyah engkau jadikan sebagai penulis disisimu? Rasulullah menjawab: “ya”.

Muawwiyah di Jamin Syurga

Al-Imam al-Bukhari meriwayatkan di dalam Sohihnya dari Kholid bin Ma’dan dan bahwasanya Umair bin Mas’ud telah menceritakan kepadanya bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Pasukan pertama daripada kalangan umatku yang berperang di laut, telah dipastikan bagi mereka (tempat di syurga).”

Fakta sejarah mencatat bahawa armada laut yang pertama bagi umat Islam dipimpin oleh Muawiyah pada zaman pemerintahan Amirul Mukminin Usman ibn Affan Radhiallahu.

عَنْ ‏‏خَالِدِ بْنِ مَعْدَانَ ‏أَنَّ ‏عُمَيْرَ بْنَ الْأَسْوَدِ الْعَنْسِيَّ ‏حَدَّثَهُ أَنَّهُ أَتَى ‏عُبَادَةَ بْنَ الصَّامِتِ ،‏ ‏وَهُوَ نَازِلٌ فِي سَاحَةِ ‏ ‏حِمْصَ ،‏ ‏وَهُوَ فِي بِنَاءٍ لَهُ وَمَعَهُ ،‏ ‏أُمُّ حَرَامٍ ،‏ ‏قَالَ ‏عُمَيْرٌ :‏ ‏فَحَدَّثَتْنَا ‏‏أُمُّ حَرَامٍ ‏‏أَنَّهَا سَمِعَتْ النَّبِيَّ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏‏يَقُولُ :‏ ‏أَوَّلُ جَيْشٍ مِنْ أُمَّتِي يَغْزُونَ الْبَحْرَ قَدْ ‏‏أَوْجَبُوا ،‏ ‏قَالَتْ ‏‏أُمُّ حَرَامٍ :‏ ‏قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَنَا فِيهِمْ ، قَالَ أَنْتِ فِيهِمْ ، ثُمَّ قَالَ النَّبِيُّ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ :‏ ‏أَوَّلُ جَيْشٍ مِنْ أُمَّتِي يَغْزُونَ مَدِينَةَ ‏‏قَيْصَرَ ‏‏مَغْفُورٌ لَهُمْ ، فَقُلْتُ : أَنَا فِيهِمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ، قَالَ : لَا . رواه البخاري (2924) .
قال الحافظ ابن حجر في ” الفتح ” (6/120) : قَالَ الْمُهَلَّب : فِي هَذَا الْحَدِيثِ مَنْقَبَة لِمُعَاوِيَة لِأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ غَزَا الْبَحْرَ وَمَنْقَبَةٌ لِوَلَدِهِ يَزِيد لِأَنَّهُ أَوَّلُ مَنْ غَزَا مَدِينَةَ قَيْصَرَ .ا.هـ.

Muawwiyah adalah orang yang Faqih

Pada zaman pemerintahan Umar bin khottob Radiallahu anhu pernah seorang mengadu kepada Ibn Abbas radhiallahu ‘anh bahwa Muawiyah melaksanakan solat witir dengan hanya satu rakaat. Ibn Abbas menjawab: “(Biarkan), sesungguhnya dia seorang yang faqih (faham agama).” [Shahih al-Bukhari – hadis no: 3765]

Muawwiyah adalah orang yang didoakan untuk mendapat hidayah

Dalam sebuah hadis yang dinilai sahih oleh Syaikh al-Albani rahimahullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mendoakan Muawiyah: “Ya Allah! Jadikanlah beliau orang yang memimpin kepada hidayah dan berikanlah kepada beliau hidayah.” [Silsilah al-Ahadits al-Shahihah (Maktabah al-Ma`arif, Riyadh, 1995), hadis no: 1969]

Pujian Para Sahabat Kepada Muawwiyah

1. Sahabat besar Saad bin Abi Waqqas r.a. berkata : “Tak pernah saya melihat seorang yang lebih pandai memutuskan hukum selepas Sayyidina Utsman daripada tuan pintu ini ( beliau maksudkan Mu’awiyah) (Al-Bidayah Wa an-Nihayah jilid 8 m.s. 133)

2. Seorang lagi sahabat Qabishah bin Jabir berkata: “Tak pernah saya melihat seorang yang lebih penyantun, lebih layak memerintah, lebih hebat, lebih lembut hati dan lebih luas tangan di dalam melakukan kebaikan daripada Mu’awiyah” ( Al-Bidayah Wa an-Nihayah jilid 8 m.s. 135)

3. Abdullah bin Mubarak, seorang tabi’in terkenal pernah ditanya : “ Apa pendapat anda tentang Mua’awiyah dan Umar bin Abdul Aziz, siapakah di antara mereka yang lebih utama?”. Mendengar pertanyaan itu Abdullah Ibnu al-Mubarak naik Pitam lalu berkata: “Kamu bertanya tentang perbandingan keutamaan antara mereka berdua. Demi Allah! Debu yang masuk ke dalam lubang hidung Mu’awiyah karena berjihad bersama-sama Rasulullah itu saja lebih baik dari Umar bin Abdul Aziz” (Al-Bidayah Wa an-Nihayah jilid 8 m.s. 139)

Pujian para Ulama kepada Muawwiyah

Imam Adz-Dzahabi berkata bahwa hadist2 riwayat Muawiyah berjumlah 163 hadist dalam Musnad Baqiyi (bin Makhlad). Al Ahwazi telah menyusun Musnad Muawiyah dalam satu jilid kitab. Hadisnya (Muawiyah) yg disepakati Bukhari-Muslim sebanyak 4 hadist, dan yg diriwatkan oleh Imam Bukhari sebanyak 4 hadist dan Imam Muslim sebanyak 5 hadist (Siyar A’lam Nubala 3/162)

Dari Irbadh bin Sariyah berkata, “Saya mendengar Rasulullah bersabda,” Ya Allah, ajarkanlah Muawiyah ilmu tulis dan hitung dan lindungilah dia dari siksa.” (Hasan Lighairihi Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah 1938, Ibnu Hibban 2278, Ahmad 4/127, dan Fadhail Ash-Shahihah 1748, Al-Bazzar 2723, Al Fai dalam Tarikh 2/345, Att-Thabrani dalam Al Mu’jam 18/252/628)

Dari Abdur Rahman bin Abi Umairah Al-Muzanni, berkata Said dan dia termasuk sahabat Nabi dari Nabi bahwa beliau berdo’a untuk Muawiyah,” Ya Allah, jadikanlah dia penunjuk dan yang memberi petunjuk, tunjukilah ia dan berilah manusia petunjuk karenanya.”(Hasan Shahih Diriwayatkan Bukhari dalam Tarikh 4/1/327, Tirmidzi 2/316, Ibnu Asakir 16/684-686, dan Adz-Dzabi dalam Siyar 8/38)

Umar bin Khattab berkata tatkala mengangkatnya sebagai Gubernur Syam,”Janganlah kalian menyebut Muawiyah kecuali dengan kebaikan” (Al-Bidayah 8/125)

Ali bin Abi Thalib berkata sepulangnya dari perang Shiffin,” Wahai manusia, janganlah kalian membenci kepemimpinan Muawiyah, seandainya kalian kehilangan dia, niscaya kalian akan melihat kepala kepala bergelantungan dari badannya (banyak pembunuhan)” (Al-Bidayah 8/134)

Ibnu Umar ra berkata,” Saya tidak melihat setelah Rasulullah orang yg lebih pandai memimpin manusia daripada Muawiyah.”

Dikatakan padanya,” Sekalipun Ayahmu?” katanya,” Ayahku Umar lebih baik daripada Muawiyah, tetapi Muawiyah lebih pandai berpolitik darinya.” (As-Sunnah I/443 Al-Khallal, Siyar A’lam Nubala 3/152, Al-Bidayah 8/138)

Ibnu Abbas berkata,”Saya tidak melihat seorang yang lebih arif tentang kenegaraan daripada Muawiyah” (Al-Bidayah 8/138) Beliau juga mensifati Muawiyah dengan “faqih” (Shahih Bukhari 3765)

Mujahid berkata,” Seandainya kalian melihat Muawiyah, niscaya kalian akan mengatakan: Inilah Al Mahdi.” Ucapan senada juga dikatakan Qatadah (As-Sunnah I/438 Al-Khallal)

Zuhri berkata,” Muawiyah bekerja dalam pemerintahan Umar bin Khattab bertahun-tahun tiada cela sedikit pun darinya.” (As-Sunnah I/444 Al-Khallal).

Suatu kali pernah diceritakan kepada A’masy tentang keadlian Muawiyah, maka dia berkata,” Bagaimana kiranya seandainya kalian mendapati Muawiyah?” Mereka berkata,” Wahai Abu Muhammad apakah dalam kelembutannya?” Dia menjawab.” Tidak, demi Allah, bahkan dalam keadilannya.” (As-Sunnah I/437}

Al-Muafa bin Amran pernah ditanya,” Wahai Abu Mas’ud, siapakah yang lebih utama: Umar bin Abdul Aziz atau Muawiyah?” Beliau langsung marah sekali seraya berkata,” Seorang sahabat tidak dibandingkan dengan seorang pun. Muawiyah adalah sahabat Nabi, iparnya, penulis wahyunya.” (Tarikh Dimasyq 59/208)

Ibrahim bin Maisarah berkata,” Saya tidak melihat Umar bin Abdul Aziz memukul sesorang kecuali seorang yang mencela Muawiyah, beliau mencambuknya dengan beberapa cambukan.” (Tarikh Dimasyq 59/211)

Imam Ahmad pernah ditanya tentang seseorang yang Muawiyah dan Amr bin Ash, “Apakah dia Rafidhah?” Katanya,” Tak seorang pun berani mencela keduanya kecuali mempunyai tujuan jelek.” (Tarikh Dimasyq 59/210)

Ibnu Qudamah Al-Maqdisi berkata,” Muawaiyah adalah paman kaum mukminin, penulis wahyu Alloh, salah seorang khalifah muslimin- semoga Allah meridhai mereka.” (Lum’atul I’tiqad hal 33)

Ibnu Taimiyah berkata,” Para ulama sepakat bahwa Muawiyah adalah raja terbaik dalam umat, karena 4 pemimpin sebelumnya adalah para khalifah nubuwwah, adapun dia adalah awal raja dan kepemimpinannya adalah rahmat.” (Majmu’ Fatawa 4/478, Minhaj Sunnah 6/232)

Ibnu Abil Izzi Al Hanafi berkata,” Raja pertama kaum muslimin adalah Muawiyah, dan dia adalah sebaik-baiknya raja kaum muslimin.” (syarh Aqidah Thahawiyah hal 722)

Adz-Dzahabi berkata dalam biografinya,” Amirul mukminin, raja Islam. Muawiyah adalah raja pilihan yang keadilannya mengalahkan keshaliman.” (Siyar 3/120, 259) …

Ka’ab al-Ahbar berkata: Tidak ada orang yang akan berkuasa sebagaimana berkuasanya Mu’awiyah.

Adz-Dzahabi berkata: Ka’ab meninggal sebelum Mu’awiyah menjadi khalifah, maka benarlah apa yang dikatakan Ka’ab. Sebab Mu’awiyah menjadi khalifah selama dua puluh tahun, tidak ada pem­berontakan dan tidak ada yang menandinginya dalam kekuasaannya. Tidak seperti para khalifah yang datang setelahnya. Mereka banyak yang menentang, bahkan ada sebagian wilayah yang menyatakan melepaskan diri.
Mu’awiyah melakukan pemberontakan kepada Ali sebagaimana yang telah disinggung di muka, dan dia menyatakan dirinya sebagai khalifah. Kemudian dia juga melakukan pemberontakan kepada al­-Hasan. Al-Hasan akhirnya mengundurkan diri. Kemudian Mu’awiyah menjadi khalifah pada bulan Rabiul Awal atau Jumadil Ula, tahun 41 H. Tahun ini disebut sebagai ‘Aam Jama’ah (Tahun Kesatuan), sebab pada tahun inilah umat Islam bersatu dalam menentukan satu khalifah. Pada tahun itu pula Mu’awiyah mengangkat Marwan bin Hakam sebagai gubernur Madinah.

Pada tahun 43 H, kota Rukhkhaj dan beberapa kota lainnya di Sajistan ditaklukkan. Waddan di Barqah dan Kur di Sudan juga ditak­lukkan. Pada tahun itu pulalah Mu’awiyah menetapkan Ziyad anak ayahnya. Ini -menurut ats-Tsa’labi- merupakan keputusan pertama yang dianggap mengubah hukum yang ditetapkan Rasulullah.

Pada tahun 45 H, Qaiqan dibuka.

Pada tahun 50 H, Qauhustan dibuka lewat peperangan. Pada tahun 50 H, Mu’awiyah menyerukan untuk membaiat anaknya Yazid sebagai putra mahkota dan khalifah setelahnya jika dia meninggal.

Mu’awiyah meninggal pada bulan Rajab tahun 60 H. Dia dimakamkan di antara Bab al-Jabiyyah dan Bab ash-Shaghir. Disebutkan bahwa usianya mencapai tujuh puluh tujuh tahun. Dia memiliki beberapa helai rambut Rasulullah dan sebagian potongan kukunya. Dia mewasiat­kan agar dua benda itu di diletakkan di mulut dan kedua matanya pada saat kematiannya. Dia berkata, “Kerjakan itu, dan biarkan saya menemui Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Maha penyayang!”.

–ooOoo–

 

 

Sumber: http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/11/muawwiyah-bin-abu-sofyan-20-sh-60-h-603-680-m/

 

5 Responses to “Muawwiyah bin Abu Sofyan (20 SH-60 H/ 603-680 M)”

  1. Assalamu’alaikum

    Saya Mo’ tanya :
    1. abu sufyan bin Harb….bukankah beliau tokoh penghalang da’wah Rasulullah dan Apakah Hindun ibunya yg memakan jantung paman Rosulullah Hamzah…….
    3. Apakah Muawiyah sebagai Ahlul Badr…??????
    4. Bukankah sistim kerajaan adalah Bid’ah……?
    5. Tolong jelaskan bagaimana kepemimpinan Islam berpindah dari Ali kepada Muawiyah RA…..sedangkan Ali masih hidup……
    6.Tentang Yazid, bukankah dlm masa pemerintahannya terjadi pembantaian terhadap ahlul Bait diKarbala……..
    7.Fitnah Kekuasaan inilah yg kemudian antar sesama muslim saling berperang…..setelah fitnah perang shifin…..Karena kerajaan boleh berbilang, tetapi kekhalifahan hanya satu…

    Wassalam

    Rijal menjawab:
    “Wa’alaykum salam.
    1.Na’am sebelum masuk Islam, Abu Sufyan merupakan penghalang dakwah Rasulullah tp stlh masuk Islam justru menjadi penolong dakwah Rasulullah. Begitu pula istrinya, Hindun, yang mengunyah jantung/hati paman Rasulullah ketika Perang Uhud, dikemudian hari menjadi salah satu shahabiyah Rasulullah. Baca biografinya di sini dan di sini
    3.Mu’awiyah bukan ahlul Badr (ketika itu masih belum masuk Islam)
    4.Wallahu a’lam. Adanya sistem kerajaan sudah diberitakan oleh Rasulullah lewat sebuah hadits nabawi yang diriwayatkan oleh Al-Imam Ahmad dari shahabat Hudzaifah: “Akan ada masa kenabian pada kalian selama yang Allah kehendaki, Allah mengangkat atau menghilangkannya kalau Allah menghendaki. Lalu akan ada masa khilafah di atas manhaj nubuwwah selama Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya jika Allah menghendaki. Lalu ada masa kerajaan yang sangat kuat selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada masa kerajaan (tirani) selama yang Allah kehendaki, kemudian Allah mengangkatnya bila Allah menghendaki. Lalu akan ada lagi masa kekhilafahan di atas manhaj nubuwwah.“ Kemudian beliau diam.” (HR. Ahmad, 4/273, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 5)
    5.Yg benar klo ga salah Mu’awiyah hanya belum mau bai’at apabila pihak pemerintahan Ali belum menindak para pembunuh Utsman. Daulah Bani Umayah baru benar-benar berdiri stlh Hasan bin Ali menyerahkan kekuasaan kpd Muawiyah.
    6.Benar. Dan bgmn sikap qt terhadap perisitiwa tsb tolong baca biografi Al-Husein bin Ali di sini
    7.Perpecahan memang telah banyak diberitakan dalam hadits-hadits di samping adanya seruan utk bersatu. Tokoh utama di balik perpecahan tsb adl nenek moyang gerakan Freemasonry yakni Abdullah bin Saba’ Al-Yahudi. Melalui perantaraannyalah lahir firqoh Khawarij dan Syi’ah.”

  2. Saudaraku….hingga hari ini semakin jauhlah persatuan ummat ini…tanya kenapa….
    Bila kaum kuffar dapat bersatu dlm Pasukan Aliansi dlm memerangi Islam seperti di Afgan
    Merka sepakat dlm NATO, mereka sepakat dlm Uni Eropa
    kenapa kita tdk pernah sepakat dlm persatuan Islam…
    Saudaraku tlah banyak usaha2 untuk menyatukan kita…bisakah kita bersepakat dlm perdagangan, bersepakat dlm mata uang….bersepakat dlm muamalah……..

    Saudaraku lihatlah kenyataan apakah dapat bersatu…bila diantara kita selalu mencari2 perbedaan…tetapi melupakan persamaan……..

    Ya Rabb…satukanlah hati2 kami,….ya Rabb kuatlah kami….

    Wassalam

    Rijal menjawab:
    “Perbedaan/perselisihan merupakan sebuah kemestian. Coba baca yg ini dan ini, jd ya kurang lebih persatuan hanya akn trjadi di atas aqidah yg benar. Dan itu trjadi pd ahlussunnah wal jama’ah/as-salafiyyun. Sdngkn firqah2 yg lain, justru merekalah yg menyelisihi persatuan krn mereka justru berpaling dr al-haq. Coba saja apakah bs golongan yg mengkafirkan mayoritas shahabat Rasulullah (otomatis banyak hadits tertolak bahkan bukan hanya shahabat Rasulullah yg jd bahan pelecehan kaum syi’ah tp juga para ulama sekaliber Imam Bukhari dan ahlul hadits lain) bersatu dgn golongan yg tdk mengkafirkan para shahabat. Perbedaan ini begitu jelas dan kentara bahkan sgt fatal jd bantah-membantah itu wajar karena di dlm bantahan ad kasih sayang thd sesama saudara. Bahkan ulama Islam sejak dahulu (zaman shahabat ketika pertama kali muncul bid’ah) selalu membantah ahlul bid’ah apapun bentuk penyimpangan mereka.
    Soal prinsip persamaan-perbedaan kamu itu, sesungguhnya prinsip ini prinsip IM bgt. Di sini bantahan atas prinsip tsb. Afwan yah klo mesti klik sana-sini soalnya pmbahasannya panjang jd mesti dinukil utuh. Wallahu a’lam. Semoga Allah memberi hidayah kpd qt semua utk kokoh di atas al-haq. Wa’alaikum salam.”

  3. Assalamu’alaikum…

    Apakah dgn tdk mau berbai’atnya Muawiyyah kpd Ali RA maka Muawiyah disebut Khawariz…..
    Tentang Syi’ah…apakah sekarang Negri Iran mayoritas penduduknya Syiah……padahal sesungguhnya pengaruh Barat lebih Dominan seperti halnya disemua negri yg penduduknya Islam……

    Lihatlah Iraq… saudaraku , siapakah yg memfatwakan bolehnya meminta bantuan Kuffar Amrikiyah……?
    Lihatlah kenyataannya… berapa juta nyawa dan darah harus tertumpah, berapa ribu Muslimah yg ternodai kehormatannya, berapa ribu Anak2 yg terpisah dari orang Tuanya..berapa ribu masjid yg hancur karenanya…….. Wahai Syaikh lihatlah Fatwa kalian…apakah kalian mau menanggung beban dan tanggung jawab…..
    Wahai Saudi dan Salafi…..maukah bencana Iraq dipergilirkan kepada kalian…….. apakah kalian menyesal…….
    Kalian tlah mengorbankan Iraq untuk kemaslahatan Kuwait yg kalian agungkan sbg negri Salafi……….
    Hingga hari ini pasukan Amrikiyah masih bercokol diserambi Al Haromain…karena kalian mengundangnya dan menjamunya bak raja dan saudara yg patut dilayani dan dihormati….

    Lihatlah itulah kenyataan, bahwa dgn terpecahnya dunia Islam menjadi Daulah2 maka kuffar dgn mudahnya mengadu domba dan menyulut peperangan………
    Hasan Albana menyeru persatuan, karena melihat kenyataan ini…
    tetapi kalian slalu mencari perbedaan……

    Buktikan kepada kami, kuasailah Saudi…kembalikanlah kemuliaan Al Haromain…karena ketika Kekhalifahan berpindah kenegri yg lain
    maka disinilah bermula segala fitnah……
    Adakah orang atau ummat Islam yg menyangkal bahwa Makkah dan Madinah adalah pusat Dunia Islam………

    Wassalam

    “Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh. Prtama sy ingin bertanya ttg siapa anda sbnrnya, tinggal d mana, berafiliasi d organisasi ap? Apakah anda jg sering ksi komen k blog2 salafiyin lainnya krn saya dapati ad komentator dgn nickname Al Bana mengomentari bbrp artikel d blog2 salafiyin lainnya? Tolong dtgkan perkataan ulama salaf zaman shahabat, tabi’in, & tabi’it tabi’in yg menerangkan klo Muawiyah itu khawarij tentunya dgn riwayat yg benar! Smpe skrg saya jg blm prnah denger. Ttg Iran dr banyak berita yg ad terang2an klo negara tsb negara Syi’ah. Wallahu a’lam klo ad ahlussunnah. Keberadaan bbrp ulama sprti Syaikh Muhammad bin Muhammad Dhiya’i blm lama ini jg tdk mengindikasikan banyaknya jml ahlussunnah. Pernah dengar jg Teheran dahulu namanya Ray (merupakan kota ahlussunnah). Sbnrnya komen anda d sini ud OOT (kemungkinan bsr bakal dihapus klo blog ini ud kembali dikelola oleh pemiliknya), komen ini cocok bwt ngisi acara mukabasah (bukan muhasabah) d acara hizbiyyin. Soal Saudi Arabia, semua itu sdh qodar Allah. Ketika itu saya masih kecil tp berdasarkan pengamatan sy thd sejarah, segala sesuatunya begitu darurat smntara Saudi ga siap bwt hal sprti ini (serangan dr negeri tetangganya). Wallahu a’lam. Klo Sadaam berhasil menginvasi Saudi, bs jd d tanah suci sana berdiri banyak patung Saddam Husein, kemaksiatan merajalela (anda lihat kondisi kebanyakan penduduk negeri Iraq dr dulu), dll. Anda jgn protes k saya tp protes k Raja Saudi (dgn cara yg ma’ruf). Ap menurut anda ulama sana ga ad yg nasehatin & klo mrk nasehatin ap harus ditampakkan? Fatwa tsb tdk membela negeri Kuwait tp membela kaum Muslimin termasuk d Iraq yg berada d bawah kepemimpinan sang agresor agar sang agresor yg ketika itu berbuat aniaya kembali kpd jalan Allah ( Buka Al-Hujuraat:9). Sbnarnya mimpi organisasi IM utk menyatukan semua firqoh Islam hanya mimpi semata. Qt lihat aj sejarah ulama2 Islam (ahlussunnah) masa lalu ap ad di antara mereka yg mengusulkan utk bergandengan tangan dgn ahlul bid’ah? Justru d situlah letak jayanya Islam (ahlussunnah) sbgmn yg dicapai oleh bbrp penguasa Daulah Umayyah, Abbasiyyah, Saljuq, Ayyubiyyah, Murabithun, dan Turki Utsmani ketika mereka mengusung tinggi2 bendera as-sunnah dgn memuliakan ulamanya & menghinakan ahlul bid’ah sprti daulah Fathimiyyah. Sejarah juga mencatat kemunduran bbrp Daulah Islam ketika mereka mulai tdk konsisten dgn syari’at dan malah mendekati ahlul bid’ah. Hal tsb terjadi pada peristiwa hancurnya Baghdad ketika penguasa menjadikan seorang ahlul bid’ah sbg org dekatnya dan Turki Utsmani jg mengalaminya ketika mereka justru asyik dgn thariqat shufi mereka. Jd anda sibukkan diri anda dgn menuntut ilmu syar’i. Percayalah Islam pasti akan menang. Janji Allah pasti terjadi. Islam akan menang di bawah kepemimpinan Imam Mahdi Muhammad bin Abdullah dan Isa bin Maryam ‘alaihissalam.”

  4. Assalamu’alaikum

    Saudaraku lihatlah Iraq saat ini, sudah selesasikah fitnah…… ketika sadam sudah digantung Amrikiyah…lihatlah saudaraku……
    hampir 2 juta orang terbunuh di Iraq dan mereka adalah saudara kita…apa yg antum lakukan bila ini terjadi di Indonesia….?

    Saat ini Arab Saudi sedang membangun tembok pemisah dgn Iraq.. (mencontoh Israelkah…? )
    Sesunguhnya hancurnya daulah Islam adalah karena perebutan kekuasaan…dan banyaknya kemaksiyatan serta hasutan dari kaum Nasrani dan Yahudi…. ( lihatlah peperangan antar Daulah…bukankah mereka sesama muslim )

    Islam pasti menang, tetapi apakah kemenangan itu datang dengan sendirinya…karena Rasulullah sendiri berjihad dijalannya….hingga terluka dan rompal gigi2nya…

    Tentang saya, saya hanyalah orang biasa…yang prihatin dgn keaadaan ummat ini…tetapi ada sebagian kalian yg memberi julukan kepada saya Hizbi Khobit….bila saya Hizbi saya berharap semoga saya termasuk dlm kelompok Hizbullah.. (Hizbnya Allah)

    Bila kita antar ummat Islam susah untuk bersatu…. apakah susah juga untuk bekerja sama, saling mendekat, saling memahami insya Allah persaudaraan itu tetap ada…..

    Wassalam

    “Wa ‘alaikum salam warohmatullahi wabarokatuh
    Ya saudaraku bacalah terlebih dahulu fatwa2 ulama ttg kasus Iraq (cari aj d gsalaf.com cz saya ga nemu2, waktu itu prnah baca d buku). Klo Indonesia diinvasi ma USA y perang qt lah. Saya heran knp perbuatan penguasa Arab sering dikaitkan dgn ulama negerinya. Jihad itu ad waktunya bukan dgn tergesa2. Oh ya tolong jg nukilkan riwayat bahwa pd masa lalu para shahabat, tabi’in, & tabi’it tabi’in ad yg bekerja sama dgn ahlul bid’ah org Syi’ah misalnya. Knp tau2 skrg ad org yg mw nyatuin ahlussunnah dgn ahlul bid’ah. Ingat “segala kebaikan adalah dengan mengikuti jejak Salaf. Dan segala kejelekan ada pada bid’ahnya kaum khalaf.”

  5. Assalamu’alaikum…..

    Lihatlah sejarah dan dlm AlQur’an pun terukir Indah…bagaimana kegembiraan kaum Muslimin melihat kemenangan Rum ( Romawi atas bangsa Persia……..karena akandekat masanya kemenagan ummat Islam atas Musrikin Mekkah…

    Bekerjasama dlm muamalah bukanlah suatu dosa….??
    Lihatlah sejarah…saudaraku….darimanakah Rasulullah mendapatkan persenjataan …dlm perang Badr…..

    Apakah salah bila kita bisa memiliki persenjataan dari Rusia atawa Iran untuk pertahanan diri bila Amrik melarang kita memilikinya….
    Kalo Penguasa Saudi …bukankah Masyaikh Salafi yg dihormati oleh Monarki Saudi….seperti Awal masa Syaikh Muhammad ibn Abdul Wahab mendapat dukungan saud………mereka lah yg lebih berhak menasehati…..
    Maka saya hanya berharap…mungkinkah Pasukan Al Ahzab ( Sekutu Amrikiyah dapat hengkang dari jajirah Arab…hingga hilanglah fitnah dari negri2 Arab….

    Wassalam

    “Wa’alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh.
    Boleh jg. Permasalahan digeser dr bekerja sama dgn ahlul bid’ah k bentuk simpati thd org kafir. Dan bila permasalahan digeser k bekerjasama dgn org kafir dan anda menyetujuinya maka anda jgn menyinggung lg permasalahan permintaan bantuan KSA kpd USA dlm kasus Perang teluk. Masalahnya klo antum lihat kitab2 para ulama jaman dahulu, mereka tuh membenci ahlul bid’ah sampai dalam taraf gak mau makan d sebelahnya atw gak mau dengar perkataannya, itu semua dilakukan demi menjaga keselamatan agama mereka. Klo ga percaya download aja Kilauan Mutiara Hikmah Dari Nasihat Salaful Ummah. Permasalahan jg digeser lagi dr ibadah (dlm hal ini jihad) k muamalah. Siapa yg menilai salah bila qt dapat senjata dr mereka? Sbgmn para pejuang Afghanistan pun mendapatkan senjata dr Amerika utk memerangi komunis. Ttg pernyataan yang terakhir saya jg berharap demikian.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: