Sebab Kelemahan Kaum Muslimin (Pelajaran dari Tragedi Palestina)

dari milis nashihah

oleh Abu Abdillah Sofyan

Sejatinya kaum Muslimin adalah ummat yang kuat dan mulia serta berwibawa dan disegani oleh orang-orang kafir. Sebagaimana hal ini dengan jelas ditunjukkan dalam sejarah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan para Sahabatnya radhiyallahu’anhum serta beberapa generasi ummat Islam setelahnya yang tetap konsisten dalam berpegang teguh dengan Sunnah Beliau shallallahu’alaihi wa sallam. Bahkan sebulan sebelum Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan pasukannya sampai di tempat musuh, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menjadikan dalam hati musuh rasa takut dan gentar terhadap kaum Muslimin. Dalam hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ
“…Aku ditolong (oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala) dengan kegentaran pada musuh dari jarak sebulan perjalanan..” (Muttafaqun’alaihi).
Read the rest of this entry »

Tragedi Ini Merupakan Pertanda Datangnya Kebaikan bagi Kaum Muslimin

Oleh: Asy Syaikh Abdul Aziz Alu Asy-Syaikh (Mufti Saudi Arabia)

Bahwa pada kisah Nabi Musa Alaihissalaam dengan Fir’aun terdapat banyak pelajaran yang ajaib, yang menjelaskan kepada setiap penyeru ke jalan Allah, bahwa bagaimanapun kejahatan dilancarkan tipu daya dan persekongkolannya dan bagaimanapun berkuasanya kejahatan, seorang muslim tetap mengupayakan dakwah ke jalan Allah dengan penuh keyakinan dan harapan bahwa Allah akan membela agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya. Dan bagaimanapun dahsyatnya kejahatan sesungguhnya yang demikian itu tidak membuat surut seorang muslim dari jalan kebenaran dan berdakwah ke jalan-Nya.

Dan pada kisah ini juga terdapat penghibur bagi seorang mu’min bahwa Allah akan memenangkan agama-Nya dan menampakkan kalimat-Nya dan bahwa pada yang demikian ini benar-benar terdapat peringatan kepada pihak-pihak yang berlarut-larut di dalam kesesatan mereka dan kesewenang-wenangan mereka, hendaknya segera mereka sadar sebelum tidak ada lagi kesempatan. Dan bahwa siapa saja yang berjalan di atas garis Fir’aun yan terlaknat –yang kufur kepada Allah dan membunuhi para wali-Nya-, maka jalannya adalah jalan Fir’aun. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman tentang Fir’aun:

“Sesungguhnya Fir’aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.Sesungguhnya Fir’aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”. (Qs. Al Qashash: 4) Read the rest of this entry »

Menyingkap Kebatilan Teori Darwin

Ini adalah Silsilah Fatwa(no.3) yang berisi fatwa-fatwa pilihan dari para ulama’ ahlus sunnah wal Jama’ah. Kru buletin mungil Al-Atsariyyah kali ini akan mengangkat beberapa permasalahan aqidah yang bertebaran di masyarakat beserta jawabannya dari fatwa-fatwa tersebut.

Rubrik fatwa kali ini dan seterusnya –insya Allah- akan kami nukilkan dari fatwa-fatwa Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz, Syaikh Abdur Razzaq Afifi, Syaikh Abdullah bin Hasan bin Qu’ud, Syaikh Abdullah bin Abdur Rahman bin Ghudayyan, Syaikh Ibrahim bin Muhammad Alusy Syaikh, dan Syaikh Abdullah bin Sulaiman bin Muhammad bin Mani’ -rahimahumullah-. Para ulama’ kita ini tergabung dalam suatu lembaga yang disebut dengan “Al-Lajnah Ad-Da’imah li Al-Buhuts Al-Ilmiyyah wa Al-Ifta’”. Read the rest of this entry »

KAJIAN ILMIYAH TENTANG KEDUA ORANG TUA NABI (menjawab syubuhat syi’ah 2)

Ditulis pada Juli 12, 2007 oleh haulasyiah

Mungkin bagi sebagian pembaca heran dengan tema yang kami sajikan dalam kesempatan kali ini, masak sih orang tua nabi mati musyrik?! Tentunya yang namanya mati musyrik pasti tempatnya di neraka. Terasa berat kami untuk menjawabnya, akan tetapi inilah kenyataan yang harus kami jelaskan, agar kaum muslimin paham dan tidak tertipu dengan syubuhat-syubuhat yang dilontarkan oleh para pengusung paham sesat. Dengan slogan “membela ahlu baitin nabi shalallahu ‘alaihi wasallam” segala carapun dihalalkan, dari menafsirkan ayat seenak perutnya, memahami hadits dengan hawa nafsu bahkan membuat hadits-hadits palsu atau dengan melontarkan syubuhat-syubuhat dan memolesnya dengan kata-kata indah agar para awam tertipu. Bi’sa ma kaanu yaf’aluun.

Read the rest of this entry »

KAJIAN ILMIYAH TENTANG KEDUA ORANG TUA NABI (menjawab syubuhat syi’ah 1)

Ditulis pada Juli 8, 2007 oleh haulasyiah

1. Berkata Al Imam An Nawawi ketika menjelaskan sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam : “Sesungguhnya ayahku dan ayahmu di neraka”, Di dalam hadits ini terdapat faidah bahwa siapa yang mati di atas kekafiran maka dia di neraka dan tidak akan bermanfaat baginya kerabat dekat.”

Read the rest of this entry »