Resensi Buku Memang Harus Beda antara SALAFIYYAH dengan HIZBIYYAH (Sebuah Bantahan Buku Beda Salaf dengan “Salafi”)

MEMANG HARUS BEDA

antara SALAFIYYAH dan HIZBIYYAH

(Harusnya Beda, Kenapa Sama ?)

الكواشف الجلية في الرد على كشف الحقائق الخفية

Sebuah Bedah Ilmiah Membongkar Penyimpangan Buku Beda Salaf dengan “Salafi

(Ditulis oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah Al-Atsariy)

======
PENTING !!!
Dibolehkan untuk mengcopy artikel ini dengan tidak menambah atau mengurangi isi artikel ini. Artikel ini ditampilkan atas rekomendasi langsung oleh Al-Ustadz Abu Fa’izah Al-Altsariy sebagai ringkasan dari buku bantahan beliau (insyaAllah akan segera terbit) terhadap buku Beda Salaf dengan “Salafi”. Kami tidak bertanggung jawab terhadap segala perubahan kecil atau banyak yang dilakukan oknum-oknum yang membenci dakwah salafiyah terhadap ringkasan buku bantahan ini. Untuk detail bantahan ini bisa langsung dilihat di buku Memang Harus Beda antara Salafiyyah dan Hizbiyyah yang insyaAllah akan segera dicetak dan InsyaAllah akan tampil secara berseri di Almakassari.Com dan web-web salafy lainnya. Jazakumullah khoir.
============

Read the rest of this entry »

Sudah Saatnya Kita Bangkit…

Januari 16, 2008 at 2:35 pm | In Manhaj |

oleh: Abu Muhammad Abdul Mu’thi Al-Maidani

Dalam kesempatan yang mulia ini, kita memanjatkan puji syukur kepada Allah yang masih menganugerahkan kepada kita, kesempatan untuk tetap mengecap nikmat Allah yaitu menuntut ilmu.

Read the rest of this entry »

MERAIH KEMULIAAN HAKIKI DENGAN ILMU SYAR’I

Kategori:Akhlaq

Masuk: Senin, 2 Juni, 2007 2:13 PM

Penulis: Buletin Al Ilmu Jember

 

Meraih Kemuliaan Hakiki Dengan Ilmu Syar’i “Berilmu Sebelum Berkata dan Beramal”

 

Sejarah mencatat, kehidupan umat manusia sebelum diutusnya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sangatlah jauh dari petunjuk ilahi. Norma-norma kebenaran dan akhlak mulia nyaris terkikis oleh kerasnya kehidupan. Tidak heran bila masa itu dikenal dengan masa jahiliah (kebodohan). Ketika kehidupan umat manusia telah mencapai puncak kebobrokannya, Allah subhanahu wata’ala mengutus Rasul pilihan-Nya Muhammad bin Abdillah shalallahu ‘alaihi wasallam dengan membawa petunjuk ilahi dan agama yang benar, untuk mengentaskan umat manusia dari jurang kejahiliahan yang gelap gulita menuju kehidupan islami yang terang benderang. Islam adalah agama yang sarat (penuh) dengan ilmu pengetahuan, bahkan sumber ilmu yang terdapat di dalamnya adalah wahyu yang Allah subhanahu wata’ala turunkan kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dengan perantara malaikat jibril ‘alaihi salam . Allah subhanahu wata’ala Berfirman: “Dan tiadalah yang diucapkannya (Muhammad) itu menurut hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan.” (An-Najm: 3-4 ) Dengan ilmu inilah Beliau shalallahu ‘alaihi wasallam tunjukkan semua jalan kebaikan, dan beliau peringatkan tentang jalan-jalan kebatilan. Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam adalah seorang Nabi yang terakhir dan sekaligus Rasul yang diutus kepada umat manusia dan jin. Dan para nabi tidaklah meninggalkan warisan kepada umatnya berupa dinar ataupun dirham, akan tetapi yang mereka wariskan adalah “ilmu agama/ilmu syar’i”. Sebagaimana yang telah dimaklumi bahwasanya Ulama adalah pewaris para Nabi. Mereka adalah manusia yang memiliki kedudukan demikian mulia, pembimbing bagi segenap manusia menuju jalan yang lurus, dan juga penerang disaat manusia berada dalam kegelapan.

Kemungkaran Peringatan Maulid Nabi

Oleh: Asy Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu
Peringatan maulid yang banyak diselenggarakan, tidaklah pernah kosong dari kemungkaran, bidah dan pelanggaran terhadap syariat Islam. Peringatan ini tidak pernah diselenggarakan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam, juga tidak oleh para sahabat, tabi’in dan imam yang empat, serta orang-orang yang hidup di masa generasi terbaik serta tidak ada dalil syariat tentang penyelenggaraan acara ini.

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (8 -Habis-)

Posted by Abdurrahman Sarijan on 17 – February – 2008

bismalh.gif

BAGAIMANA AKU MENCAPAI JALAN TAUHID

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullah

(Bagian Kedelapan –habis-)

Sikap Para Syaikh Shufi Terhadap Tauhid

Suatu ketika saya menemui seorang syaikh besar yang memiliki banyak murid dan pengikut. Dia adalah seorang khotib dan imam masjid besar. Saya mulai bercakap-cakap dengannya tentang do’a, bahwa do’a itu adalah ibadah yang tidak boleh dimohonkan kecuali hanya kepada Allah semata. Saya memperkuat argument saya dengan dalil dari Al-Qur’an, yaitu firman Allah Azza wa Jalla:

{قُلِ ادْعُواْ الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلاَ يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلاَ تَحْوِيلاً. أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا} (56-57) سورة الإسراء

“Katakanlah: “Panggillah mereka yang kamu anggap (tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan bahaya daripadamu dan tidak pula memindahkannya. Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti” (QS. Al-Isro: 56-57).

Read the rest of this entry »

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (7)

Posted by Abdurrahman Sarijan on 15 – February – 2008

bismalh.gif

BAGAIMANA AKU MENCAPAI JALAN TAUHID

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullah

(Bagian Ketujuh)

Arti Wahhabi

Musuh-musuh Tauhid menyebut orang-orang yang berjalan di atas Tauhid sebagai seorang wahhabi yang menisbahkan kepada Muhammad bin Abdil Wahhab. Seandainya mereka mau jujur, seharusnya mereka menyebut Muhammadiy karena dinisbahjannya kepada nama Muhammad bin Abdil Wahhab. Tetapi itulah kehendak Allah Azza wa Jalla, mereka menisbahkannya kepada Al-Wahhab ( الوهاب ) yang merupakan salah satu diantara nama-nama Allah Yang Agung, yang berarti Yang Maha Memberi.

Read the rest of this entry »

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (6)

Posted by Abdurrahman Sarijan on 10 – February – 2008

bismalh.gif

BAGAIMANA AKU MENCAPAI JALAN TAUHID

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullah

(Bagian Keenam)

Mendapat Petunjuk Ke Jalan Tauhid

Saya membaca hadits Ibn Abbas radhiallahu ‘anhu dihadapan Syaikh yang mengajariku, yaitu sabda Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا سألت فاسأل الله, و إذا استعنت فاستعين بالله ( رواه الترمذي )

“Apabila engkau memohon, maka mohonlah kepada Allah dan apabila engkau meminta pertolongan mintalah kepada Allah” (HR. At-Tirmidzi. Ia berkata hadits Hasan Shahih).

Read the rest of this entry »

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (5)

Posted by Abdurrahman Sarijan on 7 – February – 2008

bismalh.gif

BAGAIMANA AKU MENCAPAI JALAN TAUHID

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullah

(Bagian Kelima)

Pelajaran Aneh Dari Seorang Syaikh Shufi

Suatu ketika, saya pergi bersama salah seorang Syaikh untuk mengikuti pelajaran di salah satu masjid. Di sana, orang-orang sudah berkumpul, baik guru-guru maupun para syaikh.

Read the rest of this entry »

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (4)

Posted by Abdurrahman Sarijan on 5 – February – 2008

bismalh.gif

BAGAIMANA AKU MENCAPAI JALAN TAUHID

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullah

(Bagian Keempat)

Tarekat Mauliyyah

Di daerah saya terdapat kelompok lain yang terkenal dengan nama Tarekat Mauliyyah. Mereka bermarkas di masjid besar, tempat dimana sholat wajib didirikan. Di sana terdapat banyak kuburan yang ditutup dengan kain kelambu. Nisannya dihiasi dengan batu-batu marmer yang indah dan tinggi. Di atasnya tertulis ayat-ayat Al-Qur’an, nama orang yang sudah meninggal itu dan bait-bait syair. Kelompok ini menghadiri perayaan setiap hari Jum’at atau pada acara-acara tertentu dengan memakai topi yang panjang terbuat dari kulit berwarna abu-abu dan beberapa alat-alat musik yang mereka gunakan ketika berdzikir dapat didengarkan dari kejauhan. Saya melihat salah seorang dari mereka duduk di tengah lingkaran, kemudian berputar-putar sendirian di tempat itu, dilakukan berkali-kali dan tidak beranjak dari tempatnya. Mereka menundukkan kepala ketika memohon pertolongan kepada Syaikh mereka, Jalaluddin Ar-Rumi atau yang lainnya.

Read the rest of this entry »

Bagaimana Aku Mencapai Jalan Tauhid (3)

Ditulis oleh Abdurrahman Sarijan di/pada 25 – Desember – 2007

bismalh.gif

BAGAIMANA AKU MENCAPAI JALAN TAUHID

Oleh:

Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu Hafizahullah

(Bagian Ketiga)


Pindah Ke Tarekat Syadzaliyyah

Saya mengenal Syaikh dari tarekat Syadzaliyyah yang memiliki penampilan dan akhlaq yang baik. Terkadang ia dating berkunjung ke rumahku dan terkadang saya yang berkunjung kerumahnya. Saya kagum dengan kelembutan ucapan dan perkataannya serta ketawadhuan dan kedermawanannya. Saya meminta kepadanya wirid-wirid tarekat Syadzaliyya, lalu ia memberiku wirid-wirid khusus tarekat ini.

Read the rest of this entry »